YouTube
 
Facebook
 
Instagram
Template01
Open menu
  • BERANDA
  • PROFIL
    • Lambang Karo
    • Gambaran Umum
    • Peta
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Alamat Kantor Bupati
    • Pemimpin Kabupaten Karo
    • Bupati
    • Wakil Bupati
    • Sekretaris Daerah
    • Perangkat Daerah
    • Perencanaan Pembangunan
    • Layanan Publik
  • BERITA
    • 6 Terbaru
    • Kumpulan Berita
  • PENGUMUMAN
  • STATISTIK
    • DATA STATISTIK
    • RENCANA TERBIT
  • PENGADAAN BJ
    • RUP
      • 2026
      • 2025
      • 2024
    • Pengumuman
      • 2026
      • 2025
      • 2024
  • IPKD
    • 2026
    • 2025
    • 2024
    • 2023
  • PPID
    • Struktur
    • Visi dan Misi
    • Tugas dan Kewenangan
    • Maklumat Pelayanan
    • Jadwal Pelayanan Informasi
    • Informasi
      • Informasi Berkala
      • Informasi Serta Merta
      • Informasi Setiap Saat
      • Informasi Dikecualikan
  • KINERJA DAN RB
  • G. SINABUNG
  • JDIH
  • INOVASI
    • Daftar Inovasi
    • Logo Inovasi
  • DOWNLOAD

Inovasi Kabupaten Karo

Inovasi MANINDU (Maskulinasi Ikan Nila Dengan Madu)

IMG 20250320 WA0034

MANINDU (Maskulinasi Ikan Nila Dengan Madu) merupakan inovasi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan. Balai Benih Ikan Lokal Singgamanik merupakan Balai Benih tempat pembelian benih ikan Nila di Kabupaten Karo. BBI Singgamanik selama ini hanya menjual benih ikan tanpa perlakuan monosex ikan setiap penjualan karena untuk mendapatkan benih  monosex terutama monosex variasi jantan biasanya dilakukan dengan perlakukan hormon sintetis seperti metil testoteron namun penggunaan hormon methil testoteron sudah  dilarang sesuai dengan Peraturan Menteri Perubahan atas Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1/PERMENKP/2019 tentang Obat Ikan. Permasalahan berbudidaya ikan yaitu lambatnya pertumbuhan budidaya ikan Nila serta tingginya harga pakan sehingga membuat biaya produksi budidaya ikan nila semakin tinggi dapat diatasi dengan maskulinisasi pada benih ikan nila yang akan dipelihara. 

Teknik perendaman dengan madu merupakan teknik yang sukses diterapkan dalam alih kelamin  terutama pada embrio atau tahap pascatetas. Salah satu bahan alternatif yang berpotensi sebagai pengganti hormon sintetik adalah madu . Madu mengandung chrysin yang menghambat kerja aromatase inhibitor untuk menurunkan konsentrasi estrogen sehingga mengakibatkan produksi hormon testosteron meningkat dan sifat-sifat jantan menjadi dominan. Penggunaan madu dapat digunakan bagi pembudidaya ikan nila dalam kegiatan maskulinisasi karena bahan aktif alami yang dapat mengurangi dampak penggunaan hormon sintetis terhadap fisiologis ikan dan lingkungan. 

Adapun prosedur dalam inovasi ini yaitu Maskulinisasi dilakukan menggunakan bahan alami yakni madu sebagai bahan perendaman;Menggunakan benih ikan usia 5-7 hari; kemudian Melakukan perendaman dengan waktu yang berbeda yaitu 12 jam, 14 jam dan 16 jam dengan konsentrasi perendaman yang sama yakni 15 ml/liter air. Perlakuan dilakukan dengan 2 kali ulangan dengan 1 kontrol pada kegiatan inovasi;

 

Alat dan bahan serta prosedur teknis yang digunakan yaitu: Menggunakan 7 aerator sebagai supply oksigen;Melakukan pemeliharan benih selama 30 hari setelah masa perendaman; dan Melakukan pengecekan jenis kelamin ikan setalah masa pemeliharaan selama 30 hari;

adapun keunggulan dari inovasi ini yaitu penggunaan bahan alami yang mudah di dapatkan dan tidak gampang terkontaminasi, Penerapan yang mudah dan efektivitas peralihan jenis kelamin yang cepat sehingga siklus produksi  budidaya ikan nila dapat dilakukan dengan cepat dan permintaan pembelian benih ikan di BBI akan semakin meningkat selain itu sikus budidaya ikan yang lebih cepat akan menguntungkan pembudidaya sehingga sehingga peningkatan pendapatan masyarakat dapat tercapai.

Uji coba inovasi ini dilakukan di Aula Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan dan penerapan Inovasi ini dilakukan di BBI Lokal Singgamanik. Pada ikan nila yang tidak dilakukan perlakuan perendaman dengan madu, rata rata jenis kelamin jantan sebesar +-64%, sedangkan pada inovasi MANINDU yang dilakukan perendaman ikan nila dengan 15 ml/L madu selama 14 jam, didapatkan peningkatan jenis kelamin jantan sebesar 22%, sehingga jenis kelamin ikan yang sudah diberikan perlakuan menjadi 86% jantan.

Details
Category: Inovasi
Hits: 359
Previous article: Inovasi Sumpah Beruang (Sulap Sampah Berubah Uang) Kecamatan Dolat Rayat Prev Next article: Link Formulir Rekomendasi Penelitian dan Praktek Kerja Lapangan pada Inovasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Karo Next

ARTIKEL UPDATE

Bupati Karo Sampaikan Perubahan KUA-PPAS 2026 Dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Karo

Pemkab Karo Perkuat Koordinasi dengan PT Agrinas Palma Nusantara

Setelah Jalani Perawatan di RSCM, Febiona dan Agnesia Pulang ke Karo

PT Tirta Sibayak Indo Launching “Ota Qena”, Dukung Penurunan Stunting di Karo

Pemkab Karo Buka Business Matching and Community Market Linkage Expo 2026

NARASI TUNGGAL

WEBSITE DIKELOLA OLEH:

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karo 
Jalan Djamin Ginting Nomor 17 
Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo 
Provinsi Sumatera Utara Indonesia
Email: [email protected]

KATEGORI:

Foto >
Video >
Infografis >

SOSIAL MEDIA:

Facebook >
Instagram >
Youtube >
Twitter