1. Belerang
Belerang adalah bahan galian non logam yang banyak digunakan diberbagai sektor industri baik dalam bentuk unsur maupun senyawa.
Di wilayah Kabupaten Karo endapan belerang dijumpai di 2 (dua) lokasi yakni Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung. Endapan belerang yang terdapat di Gunung Sibayak mempunyai kadar S (sulfur) 99,5 % dan penah diusahakan oleh PT, DeliSulfurindo, Sementara belerang yang terdapat di Gunung Sinabung masih dalam tahap penyelidikan awal eks Kanwil Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Propinsi Sumatera Utara,

2. Batugamping
Endapan Batugamping (Batu Kapur) yang terdapat di Kabupaten Karo di Kecamatan Kutabuluh, Tigabinanga, Juhar, Payung dan Kecamatan Mardingding / Laubaleng. Batugamping yang terdapat di Kecamatan Kutabuluh mempunyai komposisi utama CaO 47,6 - 55, 38 % dan MgO 0,26 - 0,76 % pernah merupakan wilayah Izin PT. Maharani Sumatera Cement, dan yang terdapat di Kecamatan Tigabinanga dan Juhar mempunyai komposisi CaO 53 %, MgO 0,34 %. Tahap penyelidikan endapan batugamping di seluruh daerah ini umumnya masih dalam tahap penyelidikan awal, walaupun dibeberapa tempat sering diusahakan masyarakat setempat secara kecil-kecilan.

3. Dolomit
Sebagaimana keterdapatan dolomit di daerah lain. Keterdapatan dengan batugamping (Batu Kapur), Kabupaten Karo merupakan Daerah yang potensial keterdapatan dan pengembangan di wilayah Sumatera bagian utara, cadangannya diperkirakan cukup besar dan sebarannya dijumpai dibeberapa wilayah kecamatan. Baik secara langsung maupun tidak langsung, penggunaan Dolomit digunakan sebagai:

  1. Penambah unsur hara dan penetralisir keasaman tanah
  2. Semen kllnker dan dempul rekahan,
  3. Bahan pembuatan semen magnesium okstchlorida, oksi Sulfat, busa magnesium anorganik dan busa Silikat.
  4. Penggunaan dalam industri gelas, kaca, keramik, refraktori dan industri plastik.
  5. Beberapa penggunaan lainnya.


Industri yang telah banyak menggunakan Dolomit asal Kabupaten Karo adalah industri pupuk untuk pertanlan terutama perkebunan dan tambak udang, industri gelas/kaca dan keramik.

4. Pospat Guano
Hingga saat ini pospa t guano telah dijumpai di 3 (tiga) lokasi di Kecamatan Kutabuluh dan Kecamatan Mardinding, terakumulasi dalam gua-gua batu gamping yang terdapat didaerah stersebut. Endapan pospat guano yang terdapat di Kecamatan Kutabuluh pernah diusahakan di tahun enam puluhan dan yang terdapat di Kecamatan Mardinding sedang diusahakan dengan Surat Izin Pertambangan Daerah (SIPD).

5. Batulempung
Endapan lempung/ batulempung tersebar cukup luas di wilayah Kabupaten Karo terutama di Kecamatan Juhar , Kecamatan Tigabinanga, Kecamatan Kutabuluh dan masih memungkinkan dijumpai didaerah lain.

6. Tras
Tras merupakan hasil endapan muntahan gunung berapi yang telah mengalami proses pencucian dan sebarannya sangat luas di wilayah Kabupaten Karo yakni di Kecamatan Mardinding, Kecamatan Munte, Kecamatan Tiga Panah, Kecamatan Payung dan beberapa kecamatan lainnya. Cadangan di setiap kecamatan mencapai puluhan juta ton. Endapan tras yang terdapat di Kecamatan Payung(Desa Nari Gunung)mempunyai kadar Si O2 5.83 %, Ca 0 17,48%, Mg0 2,53%, Al2 03 22,37%, Fe2 03 7,91% dan hilang pijar (LOI) 5,94%. Bahan galian ini merupakan salah satu bahan utama pembuatan semen penzzolan yang baik digunakan untuk bangunan yang berhubungan dengan air.

7. Bahan Galian lain
Bahan galian lain seperti marmer, andesit, zeolit, granit dan lainnya sebagaimana di Ekspose oleh Kanwil Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Propinsi Sumatra Utara terdapat di beberapa Kecamatan dengan cadangan ribuan sampai jutaan ton, juga masih dalam tahap penyelidikan awal.

8. Air Bawah Tanah
Diwilayah Kabupaten Karo terdapat beberapa jenis akuifer mulal dari akuifer produktivitas tinggi sampai daerah air tanah langka. Khusus didaerah Cekungan Kabanjahe terdapat 3 jenis akuifer produktivitas tinggi, produktivitas sedang hingga akuifer produktif setempat-setempat. Potensi air bawah tanah diseluruh daerah ini mencapai 4 juta m3/ tahun (hasil evaluasi Direktorat Geologi Tata Lingkungan Bandung).

9. Panas bumi
Akumulasi panas bumi yang potensial di wilayah Kabupaten Karo terdapat di 2 tempat (lokasi) yakni di Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung. Potensi di kedua lokasi tersebut masing -ma sing mencapai 240 MW (Mega Watt) dan 250 MW. Tetapi berdasarkan hasil eksplorasi yang telah di laksanakan oleh Pertamina di Gunung Sibayak , dari potensi yang ada telah dihitung bahwa cadangan terduga sebesar 68 MW dan cadangan terbukti sebesar 10 MW.

10. PLTA Wampu
PLTA Wampu yang akan direncanakan dibangun di Kabupaten Karo untuk memenuhi energi listrik Sumatera Utara. Rencana proyek PLTA Wampu terletak di sungai Wampu bagian hulu kurang lebih 150 Km disebelah barat daya kota Medan yang termasuk wilayah Kabupaten Karo, Propinsi Sumatera Utara. Energi listrik yang dihasilkan akan disalurkan melalui transmisi 150 KV gardu induk Binjai. Rencana lokasi PLTA yang akan dibangun di Kabupaten Karo yaitu bendungan (weir) dan intake di Desa Limang Kecamatan Tiga Binanga sedangkan pusat pembangkit tenaga listrik (Power House) di Lau Kersik Kecamatan Kutabuluh.