Untuk mengantisipasi dampak bencana lahar dingin Gunung Sinabung di Kecamatan Tiganderket, Pemkab Karo bekerja sama dengan instansi terkait dan stake holder membahas upaya yang dilakukan terkait sumbatnya aliran sabodam karena tumpukan material Gunung Sinabung pada hari Senin, 2 September 2019 di Aula Kantor Bupati Karo Kabanjahe.

Sumbatnya aliran sabodam yang tidak dirawat ini terjadi karena tidak adanya jalur evakuasi pengangkutan, terbatasnya lokasi lahan penampungan serta material, dan kurangnya peralatan (alat berat) mengakibatkan rusaknya lahan pertanian dan pemukiman warga desa Kutambaru, serta keterbatasan anggaran penanggulangan banjir lahar dingin.

Berdasarkan hasil rapat tersebut, diputuskan bahwa BPBD Karo akan menyurati OPD terkait untuk melakukan Assasment kerusakan/kerugian akibat dampak lahar dingin terhadap kerusakan pertanian dan pemukiman, melakukan pemetaan jalur-jalur laharan, jalur-jalur inspeksi untuk perawatan sabodam, pembuatan kebijakan pemakaian material yang berada dipermukaan sabodam, dan meminta Badan Wilayah Sungai Sumatera II untuk memperbaiki jembatan penghubung desa Kutambaru yang mengalami penggerusan.

Turut hadir dalam rapat tersebut BPBD Provinsi Sumatera Utara, Badan Wilayah Sungai Sumatera II, PT. PP, Brantas Lestari, KSO, OPD di lingkungan Pemda Karo, Camat Tiganderket dan perwakilan masyarakat kecamatan Tiganderket (RS/BPBD Kab. Karo).