Karo-Lintasnusantara.Net

Tempat Pemakaman Umum (TPU) jalan Irian Kabanjahe, kab. Karo telah penuh. Sejak dibuka oleh Pemerintah daerah kab. Karo lahan itu nyaris tidak ada tempat lagi untuk menguburkan mayat.Bila dipaksakan mayat dikubur dengan cara tumpang sari atau ditimpa,gilirannya berdampak kepada teban (rusak binasa).

Kondisi Keadaan ini, jika ada Warga yang hendak dimakamkan, rencana akan dialihkan ke TPU desa salit. Kehadiran TPU ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama yang tidak memiliki lahan taman makam keluarga.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman, Paksa Tarigan, ST, saat rapat terbatas (Ratas) digelar, senen (22/6) di kantor camat jalan veteran kabanjahe.

Ratas turut dihadiri oleh Bupati karo Terkelin Brahmana, SH, MH, Plt. Asisten 1 Dapit Trimei Sinulingga, kadis PUPR Edward Pontianus Sinulingga, kasatpol PP Hendrik Philemon Tarigan, Camat Tiga Panah Data Martina, Camat Kabanjahe Leo Girsang, SSTP, Kades Salit Arianda Purba.

Lebih lanjut, paksa mengatakan pengalihan pemakaman ini, wajar dilakukan, mengingat kondisi TPU jalan irian sudah tidak layak lagi ditambahi tempat pemakaman. Ujarnya

Untuk itu, kedepan pihaknya akan melakukan sosialisasi tahapan sistem pemakaman, pemanfaatan TPU Salit, agar warga yang dimakamkan disana, paham dan mengerti, dengan syarat yang ditentukan sesuai regulasi, baik pemakaman secara umum dan secara khusus, nantinya. Jelas Paksa

Pun begitu, sebelum sosialisasi dilakukan, kadis perkim tidak melarang, apabila ada warga seputaran Kabanjahe hendak dikuburkan, dengan memilih desa salit sebagai pemakaman, silahkan saja, namun camat dan lurah saja sementara untuk kordinasi kepihaknya, dan mohon dicatat nomor hotline urusan pemakaman. Kata Paksa sambil menyebutkan nomor telepon kasi pemakaman Evi Br Sinuraya

Sementara Kades desa Salit Arianda Purba menyambut baik, program dinas perkim, dengan rencana difungsikannya TPU desa salit kedepan, apabila ada pemakaman warga yang meninggal secara umum dan khusus. Ujarnya

Pada prinsipnya, kita sudah kordinasi dengan dinas perkim kab. Karo , dan warga desa salit yang ditugaskan sebagai penggali kuburan, sudah menyatakan kesiapan operasionalnya, apabila ada yang dimakamkan. Kata Arianda

Ia menambahkan, menjamin tidak akan ada penolakan lagi bagi peruntukan pemakaman secara umum dan khusus di desa Salit, jika pun ada, itu hanya segelintir lawan politik saya, sengaja menjelekken kepemimpinan jabatan Kades saya. Terangnya

Untuk itu, kedepan apabila ada pihak pembangkang, maka saya akan terdepan, namun disisi lain, hukum juga harus tegakkan, APH (aparat hukum) tangkap orang tersebut, karena sudah melanggar kemanusiaan dan Hak asasi manusia. Tegas Arianda

Dikesempatan itu, Camat Kabanjahe Leo Girsang menuturkan, selama ini banyak pihak keluarga yang hendak melakukan pemakaman, meminta agar jenazah keluarganya dimakamkan didesa salit, namun selama ini belum ada arahan dari dinas terkait, seperti sekarang ini, maka kami tidak melayani permintaan keluarga tersebut. Ujarnya

Dengan demikian, adanya pertemuan kita ini, Leo sangat apreisasi, terlebih dinas perkim sudah memberikan nomor telepon hotline sebagai kordinasi apabila warga membutuhkan pemakaman di desa Salit, maka kami siap melayani. Ucapnya

OPD hilangkan ego sektoral

Pada kesempatan yang sama , Bupati karo Terkelin Brahmana, SH, MH, mengemukakan, inilah perlunya kolaborasi, membangun komunikasi antar lintas OPD, sehingga solusi dapat ditemukan. Hilangkan rasa ego sektoral, supaya kesadaran dalam merubah paradigma dan system berpikir dalam OPD tercapai. Tuturnya

Apalagi, untuk kepentingan masyarakat, ini harus diutamakan, OPD jeli dan seksama berjalan dalam kondis rill, jangan ada kepentingan lain, berikan edukasi, pasti semua akan terselesaikan dengan baik. Tandasnya

Semua masukan dan saran sudah disampaikan masing masing OPD terkait dan Kades, sinergitas ini awal yang baik sehingga tinggal menjalankan program dan apa yang telah dibahas tadi dan disepakati, saya sangat mendukung, TPU desa salit kec. Tiga panah se-segera mungkin difungsikan. Imbuhnya

Sambung Terkelin, masalah tekhnis operasional kedepan silahkan tetap lakukan komunikasi, partisipatif, kepekaan, tanggap, deteksi dini dan kepedulian dengan pihak berkompeten, agar dalam pelaksanaan tidak tumpang tindih, demi menjaga ” bola panas” berujung liar tidak dapat dikendalikan, hal ini OPD saya tekanan tetap, lakukan budaya “kompak”. Ucapnya (eg/Linus)

Sumber: https://www.lintasnusantara.net