Terkelin Brahmana meminpin rapat persiapan menghadapi New Normal di ruang kerjanya (Foto : Daniel Manik)

TANAH KARO – Menyikapi strategi dan program baru pemerintah pusat sesuai standard WHO dalam mengahadapi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Karo belum dapat menerapkan program “New Normal”. Pasalnya Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Pemerintah Pusat dan Pemprovsu telah merilis bahwa Kabupaten Karo salah satu daerah yang belum dijinkan menjalankan New Normal.

Menyikapi hal itu, Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH bersama ketua DPRD Karo Iriani Br Tarigan, Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo, Dandim 0205 /TK Letkol Inf Taufik Rizal Batu Bara, Kajari Karo Denny Achmad SH MH, Sekdakab Karo Drs Kamperas Terkelin Purba, Plh GTPP Ir Martin Sitepu, Kasubag Tata Usaha Depag Adi Sungkono dan sejumlah OPD Pemkab Karo, menggelar rapat koordinasi terkait perkembangan pemberlakuan New Normal di kab. Karo, Rabu (3/6/2020) diruang Bupati Karo.

Menurut Terkelin, bahwa situasi beberapa daerah melalui ketua GTPP Covid-19 Provinsi Sumut, telah menetapkan dan menekankan akan diberlakukan New Normal disejumlah daerah kab/kota se-sumut.

Pemkab Karo, sesuai penetapan itu belum dapat melaksanakan kegiatan “New normal” sebab Karo termasuk saat ini zona Kuning, tentu ini harus kita sikapi bersama Forkopimda kedepan, agar ada bahan masukan yang nantinya dapat disepakati bersama ketika ” New normal” di ijinkan di Karo untuk diberlakukan,” ujar Bupati Terkelin Brahmana

Pemahaman ini harus kita satu persepsi dulu, agar dapat kita simpulkan bersama OPD terkait, apa itu New normal, sehingga disini dari sekarang OPD dituntut supaya dapat membuat kertas kerja masing masing OPD, terkait SOP (standar operasional prosedur).

“Tetap ada pertimbangan studi banding kepada daerah lain sebagai pedoman yang sudah melaksanakan New Normal terlebih dulu, agar saat tiba penerapan New Normal ASN dan masyarakat sudah siap menghadapi akan pemberlakukan Standar operasional prosedur (SOP) “New normal,” bahkan regulasi dan SOP, sistem penerapan dan sosialisasi kepada masyarakat hingga ketingkat desa dari sekarang sudah mengetahui, tidak menjadi gampang saat pola New Normal, di izinkan pemerintah pusat dan propinsi,” sebut Terkelin.

Hal senada dikatakan Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo mengaku untuk pemberlakukan New Normal harus ada tahapan yang dilalui sebelum penerapannya. Apalagi saat New normal diberlakukan perekonomian sudah pasti bagus dan grafiknya naik, “namun efeknya kita pikirkan, jika terjangkit/penularan Covid-19 pasti yang rugi kita semua,” ujarnya.

“Untuk itu, dari sekarang mari kita semua berperan aktif dalam sosialisasi New ninrla ini agar semua paham betul, ketika akan diberlakukan tidak menjadi perdebatan,” ucap Yustinus Setyo

Sementara Dandim 0205 /TK Letkol Inf Taufik Rizal Batu Bara, bahwa New normal harus dikonsep sejak dari sekarang dan lakukan surat edaran agar setiap elemen masyarakat, “lintas agama. Lintas tokoh, lintas desa, tahu kedepan harus berbuat apa dan apa yang diperbuat dalan menjalankan protokol kesehatan dalam situasi New Normal,” ucapnya.

Ditambahkan Kajari Karo Denny Achmad, dalam Pelayanan masyrakat saat face to face, “agar masyarakat memkai APD, (Alat pelindung diri) maupun bagi unsur perangkat yang bekerja dalam pelayanan tersebut,jadi tidak secara langsung lagi berhadapan Untuk antisipasi Covid-19,” katanya.

Reporter : Daniel Manik

Sumber: https://orbitdigitaldaily.com