Oleh: Laksana Ketaren, S.Pd, M.Pd.
Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Kabupaten Karo
Kabanjahe, 02Juni 2020

Pencegahan Penyebaran COVID-19 dilingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Karo mengharuskanpembelajaran mandiri di rumahbagiSiswa PAUD/SD/SMP Negeri/Swasta, dimulaitanggal 20 Marets.d. 2 April 2020, dan diperpanjang hingga tahap V. Situasi ini tidak dapat diprediksi waktu berakhirnya,keadaan ini sungguh tidak menguntungkan, banyak hal yang seharusnya dilaksanakan terkendala karena kebijakan physical distancing. Guru bagaikan mata lebah yang selalu mencari sari-sari bunga di tempat berduri sekalipun untuk menghasilkan madu yang sangat bermanfaat demikianlah pada situasi yang sangat tidak menguntungkan ini mampu menciptakan pembelajaran yang tidak kalah baiknya saat situasi aman dan terkendali.

Berikut ini beberapa hal positif yang diperoleh pada saat PencegahanPenyebaran COVID-19, yaitu:

  1. Guru, Tutor, Kepala Sekolah, Pengelola PKBM, Pengawas Sekolah, Penilik dan Tenaga Kependidikan lainnya (GTK) tersadar betapa pentingnya memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya;
  2. Dinas Pendidikan Kabupaten Karo melaksanakan Gerakan Gotong Royong GTK Kabupaten Karo 2020 dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19 dengan semboyan SAGU SAJAR(SATU GURU SATU BAHAN AJAR)sebagai upaya menyediakan bahan ajar pembelajaran jarak jauh untuk meminimalisasi kebosanan dan kelelahan orang tua mendampingi putra/putrinya belajar. Gerakan ini merupakan karya nyata GTK Kabupaten Karo untuk berupaya agar pendidikan di Kabupaten Karo tetap exsis, tidak hanya sekedar berbicara pada tataran deskripsi belaka dan membuktikan bahwa GTK ‘Work From Home” (WFM) demi terciptanya ‘Learning From Home” (LFH);
  3. Kepala Dinas Kabupaten memotivasi guru-guru untuk menghasilkan karya yang sangat dibutuhkan siswa sebagai alternatif sumber belajar yang menyenangkan dan mengapresiasi seluruh karya Guru yang diposting melalui media sosial;
  4. Situasi ini menyadarkan semua pihak bahwa Trilogi Pendidikan (sekolah, keluarga dan masyarakat) sangat menentukan keberlangsungan pendidikan.
  5. Meningkatnya kesadaran orang tua betapa sulitnya mendidik dan mendampingi putra/putrinya untuk belajar sehingga mempereloh pengetahuan, keterampilan dan sikap yang mumpuni.

Gerakan SAGU SAJAR PJJ direspon oleh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kabupaten Karo dengan antusias (live streaming diikuti 1.000 akun FB, Contoh Video PJJ dilihat/disaksikan 2.503 kali dan Contoh Pembuatan Video dilihat/disaksikan 1.553 kali). Gerakan tersebut telah menimbulkan kegairahan dan motivasi bagi guru di Kabupaten Karo untuk membuat Video Pembelajaran, dimana samapi saat ini 02 Juni 2020 telah tayang sebanyak 718 pada grup facebook Dinas Pendidikan Kabupaten Karo.Gerakan ini bukan merupakan jawaban 100% dapat meminimalisasi permasalahan pembelajaran mandiri di rumah, tetapi Bahan Ajar PJJ yang lebih dikenal SAJAR (satu bahan ajar) menjadi salah satu alternatif yang dapat dijadikan panduan untuk membuat anak belajar lebih mudah serta menyenangkan. Beberapa hal positif yang diperoleh dari gerakan ini;

  1. Media Sosial yang dimiliki GTK Kabupaten Karo lebih menonjolkan penyebaran informasi pendidikan dibandingkan hanya sekedar menampilkan kegiatan hiburan pribadi dan sejenisnya.
  2. GTK Kabupaten Karo mampu memproduksi Sajar PJJ yang sangat beragam, tidak ada Sajar yang sama persis walaupun materi yang dibahas sama, hal ini merupakan implementasi konsep MERDEKA BELAJAR yang dicetuskan oleh Bapak Menteri pada Tahun 2019. Hal ini merupaka awal yang baik dan perlu dibudayakan sertamenjadi gaya hidup sehingga budaya copy paste (plagiat) dihapuskan di Bumi Turang ini. Salut..., Salut..., Salut..., buat GTK Karo Hebat...
  3. Kualitas Sajar yang sangat beragam dan keberanian GTK mem-posting di media sosial dapat dijadikan sebagi sumber belajar bagi GTK untuk memproduksi Sajar berikutnya. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo Dr. Drs. Eddi Surianta Surbakti, M.Pd. mengapresiasi video pembelajaran yang dibuat oleh guru. Hal ini membuktikan bahwa guru mampu untuk berinovasi dan memiliki kreatifitas dalam mendesain pembelajaran.
  4. “Mata Lebah” selalu dapat melihat kebaikan dan keunggulan dari Sajar yang kualitasnya sangat buruk sekalipun, sebaliknya “Mata Lalat” selalu menemukan kelemahan/kekurangan pada Sajar yang nyaris sempurna. Untuk memperbaiki diri guru diarahkan untuk memiliki mata lebah sehingga dari tampilan rekan GTK lain dapat menginspirasi dalam memperbaiki diri;
  5. Tidak ada satu bahan ajar yang tepat untuk kondisi yang berbeda-beda. Bahan Ajar akan efektif apabila didesain sesuai dengan karakteristik peserta didik, dukungan sarana dan prasarana, kesiapan siswa dalam belajar dan dukungan lingkungan lainnya. Gerakan Sagu Sajar yang menghasilkan Satu Modul sederhana dan Satu Visualisasinya berupa Video PJJ bukanlah satu-satunya bahan ajar terbaik, untuk itu jika ada diantara GTK Kab.Karo atau pemerhati pendidikanmemiliki ide atau gagasan lainnya dengan kerendahan hati dan penuh hormat dipersilahkan untuk memperkenalkannya, Dinas Pendidikan Kabupaten Karo memfasilitasi untuk penyebarluasan ide tersebut. Pesan Bapak Menteri, “Semua orang bisa mencuri idemu, tetapi tidak ada yang bisa melakukan sama persis seperti kamu” (Nadiem, A.Makarim). Saat engkau membagikan yang baik dari hidupmu, selalu ada yang baru Tuhan gantikan. (Laksana Ketaren).

USUL DARI KEPALA BIDANG PEMBINAAN KETENAGAAN:

  1. BERUPAYALAH SALING MENGHEBATKAN,
  2. SALING MENDUKUNG WALAUPUN TAK SELAMANYA SEIDE,
  3. CARI PERSAMAAN WALAUPUN ADA PERBEDAAN,
  4. MATIKAN EGO DEMI KEJAYAAN BERSAMA,
  5. TONJOLKAN PERSAMAAN UNTUK KESUKSESAN LEMBAGA.

Implementasinya:

  1. Berilah komentar membangun ataupun sekedar simbol suka atau sejenisnya pada media sosial teman GTK, hindari ujaran kebencian atau melukai perasaan. Jika ada hal khusus yang perlu direvisi atau keliru, disampaikan melalui jaringan pribadi sehingga publik tidak ikut membacanya;
  2. Apresiasilah setiap hasil karya GTK walaupun tidak dikenal sehingga publik ikut menghargai karya kita bersama. Jika kita sebagai GTK tidak menghargai karya GTK lainnya jangan berharap karya kita dihargai oleh publik;
  3. Berilah dukungan kepada postingan GTK yang ditampilkan di Youtube dengan mengklik SUBSCRIBE(PEMIRSA), cukup sekali saja tidak perlu berulang-ulang walaupun Bpk/Ibu menonton videonya yang lain atau berulang-ulang, saatBpk/Ibumengklik SUBSCRIBE, tidak ada tambahan biaya. Semua channel youtube Bpk/Ibusudah saya SUBSCRIBE, jika ada yang terlewatkan mohon diinfokan lewat japri. Sehingga setiap channel youtube Bpk/Ibuminimal memiliki 1 SUBSCRIBE dan setiap karya/videoBpk/Ibudapat saya ikuti.

Kegunaan SUBSCRIBE (PEMIRSA) adalah apabila ada Video yang lain diunggah langsung diberitahukan kepada Bpk/Ibuoleh pengelola Youtube, sehingga Bpk/Ibu dapat mengakses tanpa diberitahukan oleh pembuat video. Artinya Bpk/Ibu mendapat info sesegera mungkin, tidak ada ruginya men- SUBSCRIBE channel youtube orang lain. Jika konten videonya tidak sesuai dengan kebutuhan/atau menyimpang,Bpk/Ibucukup klik DISUBSCRIBE (berhenti sebagai pemirsa) maka pengelola tak memberi info kepada Bpk/Ibu.

Dukungan SUBSCRIBE yang Bpk/Ibuberikan dapat menjadikan sumber penghasilan baru bagi pemilik channel jika jumlahnya cukup besar (bagi orang lain sangat berguna,Bpk/Ibu tidak dirugikan dan tak perlu memberi tambahan pembayaran). Jangan pernah ragu memberkati orang lain,BudayaACC perlu kita kikis dari GTK Kab.Karo kita ganti dengan Budaya Kasih dan Suka Mengapresiasi/Memuji karya orang lain dengan sepenuh hati.

Untuk men “SUBSCRIBE” channel youtobe orang lain Bpk/Ibuharus memiliki Akun Email Aktif dan ingat password nya...karena hal ini akan dipertanyakan oleh pengelola youtobe,jika sudah lupa dapat direset kembali.

Bidang Pembinaan Ketenagaan menjadikan Medsos FB (facebook), Youtube, WA (WhatsApp) sebagai sarana PembinaanPendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) melaluiContinuous Professional Development (CPD). Pastikan Bpk/Ibu terkoneksi dengan Medsos yang digunakan oleh Bidang Pembinaan Ketenagaan, Adapun Medsos yang digunakan, sebagai berikut:

Akun FB, pastikan Akun Bpk/Ibu berteman dengan Akun FB dibawah ini:

  1. Laksana Ketaren
  2. Dinas Pendidikan Kabupaten Karo

Channel Youtobe,pastikan Bpk/Ibu SUBSCRIBE

  • Channel youtube: Ketaren1972

WhatsApp, pastikan Nomor WA Bpk/Ibu masuk Anggota Group WA yang dikelola Bidang Pembinaan Ketenagaan diantaranya:

  1. Koorwil Bidang Tendik (Koordinator Bidang Pendidikan Kecamatan)
  2. Bidang Ketenagaan Diknas (Kepala SMP, jika belum masuk boleh dilaporkan untuk dimasukkan menjadi anggota)
  3. KKPS SD/SMP
  4. IGTKI Kab.Karo
  5. Caka 2019
  6. Caka IN 1 Kab.Karo
  7. Cawas 2019 Karo
  8. Guru Inti Kab. Karo
  9. Guru Inti PKP Kab. Karo II
  10. Fasda TF Kab.Karo
  11. Adm Kepangkatan Kab.Karo
  12. Bimtek Penulisan Buku
  13. KTI Kab.Karo
  14. PIGP KAB KARO
  15. Yayasan Sekolah Karo (Pengurus Yayasan Sekolah Swasta, yang belum masuk boleh diinfokan)

Bagi Bpk/Ibu yang belum masuk anggota Group di atas bulan Juni akan dimasukkan kedalam anggota group WA  Baru (no WA Bpk/Ibu sudah didata pada saat pemutahiran data) tidak usah Bpk/Ibukhawatir semua akan dimasukkan ke Group yang sesuai.

 

Salam

Karo Strong From Classroom