Dunia Saat ini Perang Melawan Covid-19 yang tak Dapat Dilihat Mata



Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH didampingi Ketua DPRD Karo Iriani Br Tarigan dan Plh Ketua Gugus Tugas Ir Martin Sitepu meresmikan Posko Gereja Peduli di bawah koordinasi BKAG (Badan Kerjasama Antar Gereja) Karo | topmetro.news

topmetro.news – Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH didampingi Ketua DPRD Karo Iriani Br Tarigan dan Plh Ketua Gugus Tugas Ir Martin Sitepu meresmikan Posko Gereja Peduli di bawah koordinasi BKAG (Badan Kerjasama Antar Gereja) Karo. Dengan satu tujuan, untuk bersama-sama memerangi Covid-19.

Dalam peresmian yang berlangsung, Senin (4/5/2020), di Jalan Jamin Ginting Kabanjahe itu, juga hadir Kakesbang Tetap Ginting, Kadis Sosial Benyamin Sukatendel, Pasilog Dim-0205/TK, Sekretaris Gereja Peduli Pdt Sadrah Brahmana, Pdt Andi Sastra Ginting (BKAG), Pdt Sutrisno (GPdI) Pdt Masada Sinukaban (GBKP), dan Pdt Antoni Tarigan (Betani).

Perang Lawan Covid-19
Bupati Karo dalam sambutannya mengatakan, sangat mengapresiasi gerakan yang dilakukan oleh hamba-hamba Tuhan dengan membentuk suatu aksi sosial dalam implementasi sebuah wadah ‘Gereja Peduli’ pemberantasan Covid-19.

“Kita ini ibarat dalam situasi perang. Covid-19 musuh manusia yang menakutkan. Sehingga tidak ada alasan apa pun untuk tetap di dalam rumah. Anda tetap di dalam ruangan sebagai pilihan terbaik, tanpa ada yang meminta,” ujarnya mengutip pernyataan Presiden Uganda.

Selama perang, katanya, tidak boleh mengeluh kelaparan. Harus sabar menahan kelaparan dan berdoa agar masih hidup dan bisa makan lagi. Selama perang, tidak berdebat tentang membuka bisnis, bahkan menutup toko dan berlari untuk menyelamatkan hidup.

Untuk itu, katanya, ketahuilah, dunia saat ini dalam keadaan perang melawan Covid-19 yang tidak dapat dilihat mata dan harus tetap waspada, berjaga, disiplin. Karena saat ini perang tanpa senjata dan peluru, perang tanpa tentara manusia, perang tanpa batas. Perang tanpa perjanjian gencatan senjata, perang tanpa medan tempur, tanpa melihat tempat suci.

“Makna dari cerita yang saya sampaikan, inilah gambaran situasi yang kita alami. Yang penting, apa pesan pemerintah dalam peperangan melawan Covid-19, kita patuhi dan ikuti,” ucap Terkelin, sembari menyerahkan 500 pcs masker ke Posko Gereja Peduli serta membagikan sembako.

Menurut Bupati, bagi para pendeta yang ingin mendapat bantuan dari pemerintah, dapat diajukan melalui kepala desa tempat domisili.

“Sebelumnya telah didata masyakat miskin dan terdampak Covid-19. Melalui kades diteruskan melalui camat dan ke Dinas Sosial. Kriteria sudah ada. Tapi bagi yang belum terdata silahkan sampaikan ke kades. Dan bagi masyarakat pendatang yang tinggal di Karo yang tidak memiliki KTP, juga berhak dapat bantuan dari pemerintah,” ujarnya.

Keterpanggilan Gereja
Sementara itu, Ketua Panitia Posko Gereja Peduli Pdt Yosua Sinukaban mengatakan, akibat kondisi carut-marut situasi ekonomi saat ini, gereja terpanggil untuk berbagi kasih dan ingin menggugah kepedulian dengan sesama manusia.

Dengan keberadaan Posko Gereja Peduli, Yosua mengharapkan dengan kebersamaan yang ada dan uluran tangan para jemaat untuk menyisihkan sedikit rejekinya untuk disalurkan bagi hamba-hamba Tuhan di Karo.

Sementara, Ketua BKAG Karo Pdt Andi Sastra Ginting mengatakan, dengan terbentuknya Posko Gereja Peduli, mengisyaratkan gereja harus menjalankan ayat dalam Alkitab.

reporter | Rafael M Putra Pinem

Sumber: https://topmetro.news