Berita Karo.OLNewsindonesia,Kamis(18/07)

Elemen masyarakat Karo dari unsur Rohaniawan atau Tokoh Agama dari wilayah Kecamatan Dolatrayat dan Barusjahe yang tergabung dalam Klasis Barus-Sibayak mengharapkan komitmen dan jiwa besar aparat dan aparatur pemerintah yang ada di Kabupaten Karo khususnya di wilayah Klasis Barus-Sibayak berantas segala bentuk penyakit sosial masyarakat, khususnya bahaya Narkoba, kenakalan remaja, pergaulan bebas, warnet game, premanisme, warung remang-remang, minuman keras, stunting, bully dan judi yang menjadi musuh bangsa Indonesia saat ini dan penekanan khusus dalam era pemerintahan Presiden RI, Jokowi agar melawan segala bentuk peredaran dan pemakaian Narkoba ditengah-tengah masyarakat dan menjaga diri dimulai dari keluarga sebagai komunitas terkecil, demi Indonesia Raya yang Makmur dan Sejahtera dengan tetap Bertaqwa kepada Tuhan.

Demikian hal ini disampaikan Pdt. Masada Sinukaban MSi, Sekretaris PGLII Karo, Pdt Jon Presen Ginting MTh, Dk Junus Bangun, Sampit Ginting Munthe, Advent Sitepu dan Logam Ginting kepada Awak media ini, Rabu (17/07) 2019 di Desa Tanjung Barus Kec Barusjahe Kabupaten Karo .

Lanjut para pelaku spiritual masyarakat ini, atas adanya masukan atau laporan jajaran Jemaat maupun Pengurus Gereja yang bertugas melayani di Desa Desa akan adanya kegiatan yang merusak tatanan hidup sampai ke sendi keluarga dan mental pribadi warga masyarakat menyangkut kesehatan, perekonomian, budaya, Kamtibmas dan iman percaya kepada Tuhan, “ujar Masada diamini Jon Presen dan Logam Ginting dari LSM Lembaga Pemantau Pembangunan Sumut (LP2SU).


Ket foto : Para Tokoh Agama Kec Dolatrayat dan Barusjahe saat memberikan keterangan Pers di Desa Tanjung Barus Kec. Barusjahe Kabupaten Karo .

Pdt. Masada, yang juga Pendeta Klasis Barus-Sibayak, Dk. Junus Bangun (Bendahara Mamre Klasis Sibayak-Barus), Sampit Ginting Munthe (Ketua Mamre Klasis), Advent Sitepu (Kabid Marturia.Mamre Klasis), penyakit sosial masyarakat di wilayah Kecamatan Dolat rayat dan Barusjahe tampaknya terus beroperasi menjamur di kede kopi tanpa mengenal tempat atau dekat dengan rumah Ibadah dan beroperasi tanpa kenal waktu seperti warnet game bertebar diseluruh penjuru dan peredaran Narkoba , judi kupon Togel atau toto malam termasuk judi kartu Leng yang bebas beroperasi di kede siang malam, rasanya tanpa ada hambatan atau rasa takut dari pelaku yang terang-terang melawan hukum ataupun peraturan ketentuan Undang-Undang berlaku seperti di Pekan Tiga jumpa Barusjahe,” ujar Masada dan Sampit, Junus dan Advent ke awak media.

Mereka juga memberikan satu contoh seperti di Desa Tanjung Barus , empat tahun lalu, hal sama terjadi disini dan disambut warga masyarakat.

Namun seiring adanya gerakan kepedulian bersama melawan segala bentuk penyakit Pekat di Desa ini, Tokoh Agama melakukan sosialisasi bahaya penyakit sosial masyarakat dari jenis Narkoba , warung remang-remang, minuman keras, warnet game online dan permainan judi yang kesemuanya menjadi tempat sarang penyamun dan jadi tempat maksiat yang otomatis merusak tatanan kehidupan masyarakat Karo yakni menimbulkan tindak kriminal pencurian, perampokan, penipuan sampai penganiayaan maupun rasa tidak senang melihat siapapun yang ditemui saat berpapasan, karena dihantui rasa curiga yang berlebihan, padahal masyarakat Karo dikenal berbudaya Timur yakni : sopan, ramah, beretika, dan beriman percaya.

Namun saat ini kampanye anti Pekat berhasil, dan Desa ini bersama Desa Bulanjulu dirasakan aman dan tertib terjadi silaturahmi yang baik antara masyarakat satu dengan yang lainnya.

Untuk itulah pihaknya sangat mengharapkan pemerintah Kabupaten Karo dapat menangani problem yang terjadi di tengah-tengah masyarakat ini demi kelangsungan pembangunan yang sedang berlangsung mewujudkan masyarakat damai sejahtera tanpa Pekat, seluruh elemen masyarakat siap mendukung pihak pemerintah, ujar mereka dengan yakin.

(David)

Sumber: https://olnewsindonesia.com