Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo, DR Eddi Surianta Surbakti dalam kegiatan “Gelar Wicara Nasional” yang diadakan oleh Balai Bahasa Sumatera Utara secara virtual. Karosatuklik.com/Robert Tarigan

Kabanjahe, Karosatuklik.com – Pemuda mencerminkan keadaan bangsanya ke depan. Sebagai seorang pemuda Indonesia, kita memiliki tanggungjawab untuk menjaga dan mencintai bangsa ini dengan sepenuh hati. Kita harus menjadikan sumpah pemuda sebagai benteng pertahanan untuk tetap menjaga keutuhan bangsa.

Hal itu ditekankan Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH, MH dalam kegiatan “Gelar Wicara Nasional” yang diadakan oleh Balai Bahasa Sumatera Utara. Bahasa Indonesia adalah salah satu alat pemersatu bangsa yang harus diutamakan pemakaiannya, karena bahasa Indonesia merupakan jati diri bangsa.

Demikian disampaikan lewat virtual atau daring, di ruang Karo Command Center (KCC) Kantor Bupati, Jalan Letjen Jamin Ginting Kabanjahe, Selasa (27/10/2020) Pukul 09.30 WIB.

Turut hadir, Panitia Gelar Wicara dari Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Dr. Tomson Sibarani, MHum, Rehan Halilah Lubis, S.Pd, MHum, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo, DR Eddi Surianta Surbakti, Kepala Dinas Kominfo, Drs Jhonson Tarigan, Kepala Bappeda Ir Nasib Sianturi, Msi.

Menurut Bupati Karo, melalui tangan seorang pemudalah harkat dan martabat bangsa sangat ditentukan. Oleh karena itu, semua pemuda harus menopang dan memperbaiki moral agar tetap bersatu dalam bingkai, persatuan dan kesatuan bangsa dan negara, menjadi pemuda yang bisa dibanggakan dalam berbagai aspek pembangunan.

Kegiatan “Gelar Wicara Nasional” yang diadakan oleh Balai Bahasa Sumatera Utara secara virtual. Karosatuklik.com/Robert Tarigan

Pada kesempatan itu, Bupati Karo Terkelin Brahmana menyapa Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, Kepala Badan Bahasa Endang Aminuddin Aziz, Kepala Balai Bahasa Sumatera Utara Maryanto dengan kearifan lokal suku Karo, “Mejuah juah, mejuah juah”.

Selanjutnya, di Kemukakan Pengutamaan Bahasa Indonesia di gunakan dalam aspek pemerintahan, pendidikan, dunia usaha, ruang publik, dan masyarakat umumnya, dengan tidak mengenyampingkan bahasa daerah (bahasa Karo), dan mempelajari bahasa asing demi kemajuan bangsa Indonesia.

“Dalam rangka membangun kemandirian bangsa Indonesia, melalui penginternasionalan bahasa Indonesia, dan jejak awal perkembangan bahasa Melayu sebagai Lingua Pranca yang kemudian melahirkan bahasa persatuan, bahasa Indonesia sebagaimana yang diikrarkan dalam Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928,” katanya.

Sambung Terkelin Brahmana, Bahasa Indonesia saat ini banyak diterpa penggunaan bahasa asing, dapat ditemukan dalam nama usaha menggunakan bahasa asing di ruang publik. Terlebih lagi di era media sosial berbasis digitalisasi yang banyak istilah-istilah asing, katanya.

Penggunaan bahasa asing juga secara tidak langsung dalam komunikasi keluarga sering dilakukan yaitu dengan kata “oke” untuk menyatakan persetujuan yaitu “ya”. Hal seperti ini, perlu menjadi perhatian bagi kita untuk menggunakan bahasa Indonesia dalam komunikasi sebagai bentuk penyelamatan bahasa Indonesia, sebutnya.

Sekaitan itu, untuk merayakan 92 tahun Sumpah Pemuda, kami dari Kabupaten Karo mendukung bahasa Indonesia sebagai alat untuk menyatukan bangsa dari Sabang sampai Merauke perlu dijaga dari gangguan bahasa asing.

Pemakaian bahasa Indonesia di Kabupaten Karo sudah dianggap baik, karena masyarakatnya sudah mengerti dan memahami penggunaan bahasa Indonesia. “Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, disamping tidak melupakan bahasa daerah dalam kesempatan yang tepat di negara yang kita cintai ini,” ajak Bupati. (R1)

Sumber: https://karosatuklik.com