Pdt Masada Sinukaban MSi bersama puluhan tokoh agama mendesak penutupan judi di Kabupaten Karo. (andalas/robert tarigan)


Kabanjahe-andalas Pengetatan Protokol Kesehatan Covid-19 serta amanat Kapolri terkait larangan untuk tidak mengumpulkan orang untuk duduk beramai-ramai ternyata seakan tak diindahkan oleh beberapa orang pengusaha tempat perjudian yang seakan malah mengambil kesempatan dalam situasi seperti sekarang ini.

Tak hanya itu saja, di saat pemerintah setempat bersama dengan aparat Kepolisian dan TNI gencar-gencarnya untuk memutuskan mata rantai penularan dan penyebaran Corona Virus Disease 19 (Covid-19), namun mirisnya masih ada juga pengusaha-pengusaha mesin gelper tembak ikan yang nekat dan membandel dengan tetap membuka bisnis ilegalnya tanpa memikirkan dampak yang muncul.

Hal itu diungkapkan puluhan tokoh agama di Kabupaten Karo melalui juru bicaranya, Pdt Masada Sinukaban MSi di sela pertemuan tokoh agama dengan Tim Gugus Tugas, Sabtu sore (06/06/2020) di Kantor Media Center Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karo.

Pertemuan yang juga dihadiri Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH, Plh Gugus Tugas Martin Sitepu, Kabag Ops AKP Diarma Munthe, Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0205/TK, Kapt M Tarigan, Kepala Dinas Kesehatan drg Irna Safrina Meliala MKes dan Direktur RSU Kabanjahe dr Arjuna Wijaya.

Pdt Masada Sinukaban yang dikenal konsisten vokal menyuarakan pemberantasan pekat itu kembali menekankan pentingnya penutupan judi tembak ikan-ikan di seluruh daerah itu secara permanen bukan temporer.

“Penutupan judi yang merusak mental jemaat itu diminta permanen bukan sementara saja. Jangan ada alasan apapun yang ingin melindungi atau membackup karena akan menyesatkan umat beragama dan masyarakat terutama generasi muda, terlebih saat ini kita menghadapi situasi masa sulit di tengah wabah Covid-19, untuk itu Kapolres Tanah Karo agar tidak setengah hati demi menyelamatkan masa depan generasi muda kita,” tegasnya lagi.

Kami tidak takut bandar atau pengusaha judi, yang kami takutkan masa depan generasi muda kita hancur. Kami bersama para tokoh yang lain akan menyurati Bapak Presiden Jokowi, Ketua DPR RI, Panglima TNI dan Kapolri untuk meminta keadilan, agar pemilik usaha judi tembak ikan-ikan, judi dadu, togel maupun judi lainnya tersebut yang tersebar di sejumlah titik dan lokasi segera ditangkap.

“Kalau hanya tutup satu hari atau satu minggu itu sama saja bohong, tangkap semua pengusaha judi itu, yang kami inginkan pemilik judi diproses secara hukum yang berlaku di Indonesia demi keamanan dan ketertiban masyarakat, apalagi di tengah masa sulit menghadapi pandemi Covid-19,” tegasnya.

Kerisauan dan keresahan jemaat dan masyarakat yang kami suarakan ini, agar disikapi dengan langkah-langkah konkret oleh aparat kepolisian. “Apakah kami perlu lagi demo baru ditindak tegas, untuk itu kami para tokoh agama dan tokoh lainnya mengharapkan secepatnya semua permainan judi, khususnya judi mesin gelper tembak ikan yang kembali marak belakangan ini, agar ditutup permanen,” lontar Pdt Masada Sinukaban.

Sungguh memprihatinkan, penyakit masyarakat (pekat) seperti judi, narkoba dan prostitusi, mulai merajalela di tengah masyarakat Tanah Karo. Ancaman perekonomian yang semakin terasa berat, diperparah lagi dengan menjamurnya judi jenis mesin gelper ikan-ikan. Anehnya lagi, mulai dari pelosok desa hingga kota, tempat perjudian game zone jenis ikan-ikan gampang ditemukan.

Hal itu tentunya dapat mempengaruhi kondisi masyarakat yang tinggal di lokasi perjudian. Bahkan tidak dipungkiri lagi, jika di lokasi sekitar perjudian dapat menjadi tempat transaksi narkoba dan timbulnya kejahatan lainnya serta menjadi lokasi penyebaran Virus Corona. Hal ini tentunya akan merusak tatanan adat budaya masyarakat Karo, tutup Masada Sinukaban.

Bupati Karo Terkelin Brahmana menyambut baik aspirasi dan desakan penutupan judi yang disampaikan tokoh agama. Pemkab Karo juga pada prinsipnya setuju sepenuhnya dengan pemberantasan penyakit masyarakat. “Secepatnya ditindaklanjuti dengan terlebih dahulu dirapatkan bersama Forkopimda,”tegasnya. (RTA)

Sumber: http://harianandalas.com