Tim work Telkomsel saat menemui Bupati Karo Terkelin Brahmana saat memberi klarifikasi tower yang tidak memiliki IMB di ruang kerjanya

TANAH KARO- Menyusul disegelnya tower provider milik Telkomsel yang tidak memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) di areal Stasiun Terminal Agribisnis (STA) Bandar Tongging Kecamatan Merek Karo dan derasnya arus keritikan dan sorotan media massa maupun media sosial termasuk kuatnya desakan masyarakat setempat supaya secepatnya tower ilegal itu di bongkar, akhirnya pihak Telkomsel “menyerah ” datang meminta maaf kepada Pemkab Karo , Selasa (26/5/2020) diruang kerja Bupati Karo.

Menanggapi permintaan maaf pihak Telkomsel yang mengutus tim worknya, Faisal dari Telkomsel Siantar didampingi Fauzan perwakilan Telkomsel wilayah Karo, Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH menegaskan, tidak serta merta persoalan itu selesai. Karena proses hukumnya sudah dilaporkan pihak Dinas Pertanian Kabupaten Karo selaku pemilik asset lokasi berdirinya tower ilegal itu kepada pihak yang berwajib Polres Tanah Karo.

“Apa yang menjadi koridor hukum pidana dan hukum perdata tetap kita hormati, apalagi menurut Kadis Pertanian Metehsa Purba, bahwa pihaknya telah membuat laporan ke Polres Tanah Karo, tertanggal 20 mei 2020, tentang laporan peninjauan pembangunan tower telekomunikasi tanpa ijin dilahan aset Dinas Pertanian Kabupaten Karo,” ungkap Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH didampingi Kepala Bappeda Ir Nasib Sianturi, Kadis Pertanian Metehsa Purba, Plt DPMSPT Joses Bangun dan Kakan Satpol PP Hendrik Philemon Tarigan di ruang kerjanya Rabu (27/5/2020).

“Kita sangat prihatin atas tindakan pihak Telkomsel yang tidak pernah kompromi sejak awal dalam mendirikan tower di lahan aset milik Pemkab Karo. Namun karena masih dalam suasana lebaran , kita selaku manusia dituntut untuk saling memaafkan dan saling memperbaiki diri,” ujarnya.

“Niat pihak Telkomsel yang telah mengutus tim work-nya, sebagai perwakilan, untuk menyampaikan ” minta maaf, kita maklumi karena situasi idul fitri 1441 H,” ucap Terkelin.

“Namun demikian, bukan berarti selesai semuanya. Karena ini sudah ranah pidana,. Kami pihak Pemkab Karo tidak menacampuri kearah pidana, apa yang menjadi bagian Pemkab Karo, untuk adminitrasi sesuai ketentuan dapat diselesaikan dengan pihak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait,” sebut Terkelin.

“Jangan karena sudah datang menemui saya, lantas menjadi asumsi di kepolisian selesai, permasalahan itu adalah Tupoksi Polri, sekali lagi Pemkab Karo tidak mencampuri polisi,” tegas bupati.

Sebelumnya, tim work Telkomsel saat menemui Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH menyampaikan klarifikasi dan permintaan maafnya atas kesalahan dan kekeliruan staf Telkomsel dilapangan, atas berdirinya tower tanpa ada izin membangun bangunan. ” kata Faisal perwakilan Telkomsel dari Siantar didampingi Fauzan perwakilan Telkomsel wilayah Karo.

“Kami mohon maaf atas sepak terjang staf sebelumnya yang mewakili wilayah Kabanjahe dalam rangka membangun tower itu, apalagi mendirikan di aset milik Pemkab Karo , ini kami akui suatu kesalahan, tentu inilah motivasi kami datang meminta maaf dan mencari solusi kedepannya,” ujar Faisal dan tim.

Pada kesempatan yang sama mewakili pihak Telkomsel cabang kabanjahe Fauzan mengatakan,jika diberikan kesempatan, maka dalam 1-2 hari kedepan pihaknya siap membongkar tower yang didirikan di lokasi STA Bandar Toingging, Tentu ini perlu juga dikordiansikan dengan pihak Polres Tanah Karo,” .

Dikesempatan itu, Kadis Pertanian Metehsa Purba mengatakan tindakan pihak Telkomsel yang mendirikan tower tanpa ijin di lahan aset Dinas Pertanian Kab Karo di areal Stasion Terminal Agribisnis (STA), Desa Bandar Tongging, Kecamatan Merek, sudah dilaporkan ke Polres Tanah Karo tertanggal 20 Mei 2020.

Reporter : Daniel Manik

Sumber: https://orbitdigitaldaily.com