Bupati Karo Terkelin Brahmana saat meninjau jembatan Desa Kutambaru, Kecamatan Tiganderket terancam ambruk akibat terjangan lahar dingin Sinabung. (andalas/robert tarigan)

Bupati Karo Terkelin Brahmana saat meninjau jembatan Desa Kutambaru, Kecamatan Tiganderket terancam ambruk akibat terjangan lahar dingin Sinabung. (andalas/robert tarigan)

Kabanjahe-andalas Dampak ganasnya lahar dingin Gunung Sinabung, jembatan satu-satunya menuju Desa Kutambaru, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo terancam roboh. Warga desa setempat mengaku resah melihat fondasi jembatan yang tergerus derasnya arus lahar dingin sehingga berpotensi jembatan ambruk.

Menurut Pj Kepala Desa Kutambaru Daud Peranginangin didampingi sejumlah warganya, kepada Bupati Karo Terkelin Brahmanan menjelaskan, akibat terjangan pasca lahar dingin Sinabung, Kamis (23/4), sisi tembok (fondasi) pembatas, terlihat lubang menganga sangat besar.

"Tentu ini dikhawatirkan dapat menyebabkan ambruknya jembatan," kata Daud kepada Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi Camat Tiga Nderket Sukur Brahmana, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Karo Hendra Mitcon Purba, Kabid Logistik BPBD Karo Natanael Perangin-angin, saat meninjau jembatan tersebut, Senin (27/4).

Daud mengatakan, apabila ada susulan lahar dingin berikutnya, apalagi sedang musim penghujan, maka jembatan ini dipastikan tidak lama bertahan, bahkan bisa hanyut diterjang derasnya arus laharan yang disertai material berupa, batu-batu besar, bongkahan kayu bercampur lumpur pekat, apalagi lahar Sinabung diketahui memiliki efek merusak.

“Jika tidak secepatnya diantisipasi atau diperbaiki, justru bisa memakan korban. Apalagi ini satu-satunya jembatan ke desa kami. Warga sangat khawatir jika ada laharan susulan, jembatan ini bisa roboh dan memakan korban, walau sebenarnya tidak kita inginkan," katanya.

Untuk itulah, pada kesempatan ini, Daud ingin mengerjakan melalui padat karya dengan dana desa, jika Pemkab Karo mengizinkan sesuai aturan yang ada agar program padat karya terlaksana secepatnya. "Namun tentunya kami juga minta saran terlebih dahulu ke Pemkab Karo melalui camat maupun dinas terkait," pinta Daud Peranginangin.

Menanggapi keluhan warga Desa Kutambaru, Terkelin Brahmana mengaku, perbaikan jembatan melalui padat karya bisa digunakan dengan dana desa. Sebab kerusakan jembatan dibagian fondasi tersebut, alat berat sulit bekerja, jadi lebih cocok digunakan tenaga manusia, melalui program padat karya. Namun di sisi mana bisa digunakan alat berat bisa juga digunakan, intinya perbaikan jembatan ini harus secepatnya dilakukan.

Dia juga minta pemerintah desa langsung menggelar musyawarah desa agar warga bisa dilibatkan, selanjutnya berkoordinasi dengan camat, Dinas DPMD maupun Dinas PUPR. “Secepatnya lakukan, agar jembatan ini bisa segera diperbaiki, rakyat mengharapkan kita kerja cepat,” kata Bupati Karo.

"Di saat seperti ini, di tengah wabah pandemi covid-19, mari semua saling mendukung, bersinergi dan berkolaborasi serta gerak cepat. Namun ingat, tetap patuhi protokol kesehatan, saling menjaga, dan saling melindungi,” pesan Terkelin Brahmana. (RTA)

Sumber: https://harianandalas.com