Banjir Lahar Dingin Fenomena Alam yang Unik, Setiap Bulan April Terjadi



Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH didampingi Kabid Bina Marga Hendra Mitcon Purba, Kabid Bappeda Efanlit Sembiring, Kabid Logistik BPBD Natanael Peranginangin, meninjau jalan darat penghubung Tiga Nderket - Kuta Buluh rusak parah akibat diterjang lahar dingin dari Gunung Sinabung | topmetro.news

topmetro.news – Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH didampingi Kabid Bina Marga Hendra Mitcon Purba, Kabid Bappeda Efanlit Sembiring, Kabid Logistik BPBD Natanael Peranginangin, meninjau jalan darat penghubung Tiga Nderket – Kuta Buluh rusak parah akibat diterjang lahar dingin dari Gunung Sinabung, Jumat (24/4/2020) di Desa Sukatendel Karo.

Peninjauan ini dilakukan, ujar Terkelin, untuk mengecek adanya info dari Camat Tiganderket bahwa terjadi lahar dingin disertai curah hujan yang tinggi yang melanda pemukiman penduduk dan lahan ladang pertanian warga.

“Setelah kita cek lokasi, benar kondisinta sangat memprihatinkan. Sabodam yang dibangun, sebagai antisipasi jalur lahar dingin, tidak mampu mengakomodir lahar yang membawa material kayu, batu, pasir dan kerikil,” katanya.

Jalur di Luar Sabodam


Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH didampingi Kabid Bina Marga Hendra Mitcon Purba, Kabid Bappeda Efanlit Sembiring, Kabid Logistik BPBD Natanael Peranginangin, meninjau jalan darat penghubung Tiga Nderket – Kuta Buluh rusak parah akibat diterjang lahar dingin dari Gunung Sinabung | topmetro.news

Akibatnya, lahar dingin meluber ke ladang warga, dan membuka jalur baru di luar Sabodam yang ada. Hal itu terjadi dari hulu hingga hilir.Sehingga ditemukan ada Sabodam jebol. Akibatnya, aliran Sungai Bekerah dari Gunung Sinabung jadi persoalan baru.

“Sudah ada jalur baru terbentuk. Sehingga kita kerahkan alat berat excavator, grader, dan dumptruck untuk menormalisasikan jalan penghubung Tiganderket – Kuta Buluh yang sementara waktu sulit dilalui kendaraan roda empat tanpa double cabin,” kata Bupati.

Selain itu, kata Bupati, perlu segera dibersihkan material berupa bongkahan batu kecil dan besar, kayu, pasir, dan kerikil. Hal ini guna mengantisipasi kemungkinan terburuk lahar dingin berikutnya.

“Kami tetap mengimbau masyarakat tetap waspada, tenang dan jangan khawatir. Di saat lahar dingin dan Covid-19 sedang terjadi, agar warga mengutamakan keselamatan dan kesehatan, seusai SOP protokol kesehatan,” pintanya.

Sementara itu, Camat Tiganderket Syukur Brahmana menyebut, kejadian lahar dingin Gunung Sinabung menerjang wilayah Desa Kutambaru dan Tiga Nderket terjadi, Kamis (23/4/2020) sore.

Sekdes Sukatendel Rahmat Peranginangin, mengatakan akibat lahar dingin Gunung Sinabung, perladangan warga diterjang banjir lahar, dipastikan gagal panen. Sesuai data lahan warga 5,5 haktar terimbas. Diperkirakan petani rugi ratusan juta rupiah.

Sedangkan untuk pemukiman warga dalam pendataan dan hanya ada beberapa rumah warga terimbas akibat lahar dingin tersebut.

Historis Lahar Dingin
Agus Surbakti selaku juru pemantau sungai yang ditugaskan BPBD Karo menuturkan, sebelum kejadian lahar dingin menerjang perladangan warga dan pemukiman penduduk, pihaknya telah mengimbau dan memberitahukan kepada masyarakat bahwa ada tanda tanda lahar dingin akan bergejolak dari Gunung Sinabung.

Menurut Agus, percaya atau tidak, kejadian lahar dingin ini, memiliki historis dan cerita unik selama dirinya ditugaskan memantau aliran Sungai Bakerah tersebut. Seingatnya kejadian lahar dingin ini sudah terjadi sebanyak empat kali bertutur turut di setiap Bulan April.

Ia menambahkan, aneh tapi fakta, bila dicermati dan diurut kejadiannya, 18 April 2017, pertama kali lahar dingin terjadi. Kemudian 19 April 2018, disusul 21 April 2019. Dan terakhir 23 April 2020 dengan durasi 2,5 jam berlangsung.

Tentu, fenomena ini tidak masuk akal secara logika. Karena kegiatan alam, siapa pun tidak bisa menafsirkan. Hal ini perlu dijadikan referensi ke depan agar setiap Bulan Maret, Pemkab Karo dan perangkat camat bergandengan tangan melakukan normalisasi setiap tahunnya, demi antisipasi terburuknya.

reporter | Rafael M Putra Pinem

Sumber: https://topmetro.news