Dalam rangka penyempurnaan penyusunan Peraturan Bupati Karo tentang  Rencana Kontijensi menghadapi ancaman letusan Gunung Sinabung, UPN Veteran Yogyakarta  bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo mengadakan kegiatan uji publik dan simulasi gladi posko Dokumen Rencana Kontinjensi Erupsi Gunung Sinabung bertempat di ruang rapat Bupati Karo Jalan Jamin Ginting Kabanjahe pada tanggal 27-9 – 10 Mei 2019.

Kegiatan uji publik dan simulasi gladi posko dokumen rencana kontinjensi ini dimaksudkan untuk menyusun suatu perencanaan untuk mengurangi indeks resiko bencana di Kabupaten Karo dan secara spesifik bertujuan untuk memberikan landasan operasional, strategis, dan pedoman bagi seluruh pihak untuk penyelenggara penanggulangan secara menyeluruh, terpadu, dan terkoordinasi dengan baik.

Turut terlibat dalam uji public dan simulasi gladi posko dokumen rencana kontinjensi Gunung Sinabung,  KODIM 0205/TK, Polres Kab.Karo, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BPBD Kabupaten Karo, Unit Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Karo, RSU Kabanjahe, Dinas Kominfo, Dinas PU, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, Satpol PP, Pastor Vikep Santo Yakobus Rasul Kabanjahe, Tagana, Basarnas, ORARI dan perwakilan dari Kecamatan di kaki Gunung Sinabung.

Kegiatan difasilitasi BPBD Kabupaten Karo dan narasumber peneliti kebencanaan yakni Dosen-dosen Magister Manajemen Kebencanaan  LPPM UPN Veteran Yogyakarta yang terdiri dari Ketua Peneliti Dr. Puji Lestari, SIP, Ketua Pusat Study Bencana UPN “Veteran”  Yogyakarta Dr. Eko Teguh Paripurno, MT, M.Si dan anggota tim Arif Rianto, MT.

Dr. Puji Lestari, SIP yang juga merupakan dosen prodi Ilmu Komunikasi dan Magister Manajemen Bencana UPN “Veteran Yogyakarta” menyatakan bahwa kegiatan ini dipelopori UPN “Veteran” Yogyakarta bertujuan untuk mengingatkan kembali peran Pemda dan masyarakat Karo untuk siap siaga dalam menghadapi ancaman erupsi Sinabung. Kegiatan yang dilakukan melalui simulasi gladi posko dapat memupuk komunikasi, koordinasi dan sinergi antar stake holder. Sehingga kegiatan ini dapat menciptakan suatu acuan dalam penanggulangan bencana.

Puji menyarankan kepada pihak Pemda Karo agar segera mengagendakan agar rencana kontinjensi yang sudah dibuat antara BPBD Kabupaten Karo dan UPN “Veteran” Yogyakarta dapat disahkan menjadi Peraturan Bupati.

Suang Karo-Karo M.Sc. Asisten Pemerintahan dan Kesra dalam sambutannya menyatakan bahwa pada tahun 2010, Pemkab Karo dan masyarakat belum memiliki pengalaman yang cukup dalam penanganan bencana sehingga banyak hal yang belum maksimal dilakukan.  Oleh karena itu, Pemkab Karo membutuhkan bantuan untuk menghadapi bencana erupsi Sinabung.

Suang Berharap dengan adanya rencana kontijensi ini akan menambah pengetahuan untuk pemkab Karo dan masyarakat, sehingga kedepannya dapat membuat produk hukum daerah yang berkaitan dengan OPD lainnya.

 

Hal senada disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kab. Karo Ir. Martin Sitepu. Martin berharap masukan dari UPN “Veteran” Yogyakarta dan peserta yang hadir untuk penyempurnaan rencana kontinjensi menghadapi erupsi Gunung Sinabung.

Sebelum menyusun dokumen rencana kontinjensi, terlebih dulu dipaparkan pengantar kegiatan mulai dari pengantar renkon dan perencanaan sektoral dibagi menjadi 8 kelompok yaitu Manajemen dan Posko Penanganan Darurat Bencana, Sub Bidang SAR dan Evakuasi, Sub Bidang Kesehatan dan Psikososial, Sub Bidang Pengungsian dan Huntara, Sub Bidang Air Bersih dan Sanitasi, Sub Bidang Transportasi, Distribusi dan Logistik, Sub Bidang Keamanan dan Ketertiban, Sub Bidang Khusus Ternak.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan dari PVMBG memaparkan mengenai perkembangan aktivitas Gunungapi Sinabung. Aktifitas Sinabung yang terjadi 7 Mei 2019 yaitu erupsi dengan ketinggian kolom mencapai  2 km dan status nya masih berada di level awas level IV belum diturunkan jelasnya.