Wa Gubsu, Bupati Karo, Dandim 0205/ TK dan Kapolres Karo rapat tentang pembahasan Penanganan Gunung Sinabung di lantai 9 ruang Melati Kantor Gubsu Medan Sumut (02/03).

Tanah Karo OLNewsindonesia. Minggu (4/03)

Pasca kunjungan Kerja kepala BNPB Willem Rampangilei Ke Kab. Karo ( 28/2) saat meninjau lokasi jalur lahar dingin di Desa Sukatendel Kec.Tiga Nderket dan pada saat itu Ibu Wagubsu Nurhazijah Marpaung ikut mendampingi kepala BNPB pusat.

Terungkap saat dalam kunker kepala BNPB menyisakan masalah dan persoalan yang harus diselesaikan , sehingga Wagubsu H.Nurhazijah Marpaung ketar ketir dan sempat berujar, “kepala panas hati harus tetap dingin, akibat persoalan yang tidak kunjung tertangani dalam penyelesaian percepatan gunung Sinabung, ujarnya.

Maka dalam Hal ini kemarin Jumat (2/3) pukul 14.30 Wib diadakan rapat percepatan penanganan gunung Sinabung dengan dihadiri Bupati Karo Terkelin Brahmana , Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal, Kapolres Karo AKBP Benny R Hutajulu Sik, Asisten 1 Pemerintahan Drs. Suang Karo-Karo, Asisten 2 Perkembangan Ekonomi Jernih Tarigan SH, Kalak BPBD Ir.Martin Sitepu, Kadis PU PERA Ir.Paten Purba, di Lantai 9 ruang Melati kantor Gubsu Medan.

Wagubsu H Nurhazijah saat memimpin rapat , menjelaskan masih banyak persoalan dalam penanganan erupsi gunung Sinabung belum maksimal sehingga perlu sinergitas Provsu Pemda Karo, agar tidak ada istilah belum maksimal. ” Ucapnya.

Diutarakan beliau ada 9 (sembilan) point permasalahan yang dicatat , sebagaimana pesan dari kunker kepala BNPB beberapa hari yang lewat, agar segera Provsu menindaklanjuti yaitu pertama Terkait pembebasan lahan masyarakat yang terkena bangunan Sabo Dam di kecamatan Tiga Nderket di mana rencana pembangunan sebuah Dam oleh kementerian PU Pera sebanyak 14 unit yang masa pelaksanaan pembangunan sampai tahun 2019 sementara target pembangunan Sabo Dam di 2018 sebanyak 10 unit dan 4 (empat) unit di tahun 2019.

Kedua untuk antisipasi penanganan lahar dingin pada malam hari diperlukan lampu penerangan ( light Tower ) safety warning system sirene serta pengadaan alat-alat berat Backheo sebanyak 6 unit untuk membersihkan lahar dingin di sepanjang aliran yang dilalui.

Ketiga percepatan pelaksanaan relokasi pengungsi tahap III ( huntap III) yang direncanakan di Siosar saat ini izin tukar menukar kawasan hutan untuk relokasi pengungsi erupsi Sinabung telah terbit dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia nomor SK .347/MENLHK/SETJEN/PLA 2/10/2017 tanggal 12 Oktober 2017 serta izin lingkungan dari Pemda Karo tanggal 20 Desember 2017 juga Sudah terbit.

Keempat izin penebangan kayu (IPK ) sampai saat ini belum Terbit dan diharapkan dicantumkan nama perusahaan yang akan melaksanakan penebangan kayu oleh Bupati Karo.

Kelima peningkatan pengawasan zona merah oleh TNI /Polri dibutuhkan sarana dan prasarana berupa mobil patroli yang dilengkapi dengan pengeras suara (toa) dan perlengkapan personil seperti lampu senter ,baju hujan ,sepatu dll.

Keenam Pemda Karo segera menerbitkan dan membuat “By name by address” untuk pengungsi yang akan direlokasi tahap III di siosar sebanyak 1098 Unit rumah.

Ketujuh Pemda diminta untuk segera melaksanakan revisi atau perubahan renaksi serta menginventarisasi masalah yang dihadapi .

Kedelapan Pemda Karo menyampaikan progres terkini dan langkah-langkah tindak lanjut yang dilaksanakan dan dapat dituangkan dalam renaksi.

Kesembilan realisasi peruntukan dana hibah dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah/Kabupaten Karo pada tahun anggaran 2017 dikeluarkan akhir Desember 2018, terang Wagubsu dan mempersilahkan agar dijelaskan oleh pemkab Karo dalam Rapat tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Terkelin Brahmana menjelaskan terkait point point yang dilontarkan wagubsu, pertama untuk pembebasan lahan akan dibentuk team dengan melibatkan TNI/Polisi, BWS (Balai wilayah sungai), Pemkab Karo, Provsu dan kepala desa, paling lama senen (5/3) surat tugas Team melalui asisten 1 Drs Suang Karo Karo sudah dikirim ke Provsu.

Point kedua lampu penerangan (light tower) sudah stanby dan berada di kantor koramil, dan beckheo sudah diajukan dalam pengadaan ke BNPB.

Point ketiga Relokasi Tahap III akan dilaksanakan siosar dalam tahun ini.

Keempat mengenai IPK dalam waktu dekat ini kalak BPBD karo dan Kehutanan Provinsi akan berkordinasi secepatnya mengambil langkah adminitrasi, terang Bupati Karo.

Permasalahan kelima nanti Dandim dan Kapolres Tekhnis yang lakukan terkait patroli sarana dan prasarana , sedangkan keenam terkait By name By Addres untuk 1098 unit rumah lagi di uji publik.ketujuh renaksi akan saya intruksikan melalui asisten 1 Kab.Karo kepada kalak BPBD karo agar dibuat secara mendetail, Sambung Bupati Karo.

Lanjutnya, point kedelapan terkait progres terkini, selalu kita laporkan bu Wagub ke BNPB pusat jika ada hal hal menonjol, seperti kejadian pasca erupsi (19/2) bulan yang lalu, dan point kesembilan tentang dana hibah 2017 akan segera kita eksekusi untuk dikeluarkan tahun 2018 ini,” Tegas Terkelin mengutarakan kepada ibu Wagubsu point per poin tersebut.

Terpisah ,Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal dalam sela sela Rapat akan siap mejalankan perintah dan siap mendukung, terkait pelibatan dalam Team pembebasan lahan sabo Dam, Danramil dan Babinsa siap memfasilitasi kepada masyarakat untuk membantu penyelesaian dilapangan, begitu juga penempatan light tower kita sudah siapkan di Koramil Tiga Nderket, “Ujar Dandim.

Sementara itu Kapolres Karo AKBP Benny Hutajulu,Sik merespon akan melakukan pataroli dengan sarana dan prasarana yang ada setiap wilayah yang terdampak dekat gunung Sinabung, dan polres Karo siap berdampingam dengan kodim sesuai apa yang diutarakan Dandim tadi, Pungkasnya.

Hadir dalam rapat tersebut kepala BPBD Provsu Riadil Lubis, Kadis Kehutanan Provsu Ir. Halen Purba, MM, Sabrina Br Tarigan Mars pegawai BPBD Provsu, perwakilan BWS dan SKPD Provsu.

(David)

Sumber: http://olnewsindonesia.com