Berita Karo.OLNewsIndonesia,Rabu(15/01)

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Karo, minta Pemkab Karo serius dan kreatif kembangkan potensi wisata. Bila Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo tidak melakukan terobosan dan inovasi , maka wajah pariwisata daerah ini akan jalan di tempat dari tahun ke tahun. Percuma pergantian Kepala dinas-nya tanpa memiliki visi yang jelas, terukur dan konkret memajukan sektor pariwisata.

Hal itu terungkap saat pertemuan dan diskusi Ketua PWI Kabupaten Karo, Dairi dan Pakpak Bharat, Justianus Purba, didampingi Wakil Ketua Robert Tarigan, SH, dan pengurus lainnya, Theopilus Sinulaki, Sarjana Ginting dan Jusranta Surbakti, Rabu (15/01) 2020 di Kabanjahe terkait dengan “pembuatan taman batu muntahan erupsi Sinabung” di sekitar kota Kabanjahe.

Pariwisata merupakan salah satu penyumbang pendapatan terbesar bagi Kabupaten Karo selain sektor pertanian dan lainnya. Seharusnya dikelola secara serius, menyeluruh dan komprehensif. Zaman sekarang, dinas terkait harus memanfaatkan teknologi dalam hal promosi destinasi wisata,” beber Justianus Purba.

PWI menyarankan Pemkab Karo agar membuat batu Sinabung di Jalan Letjen Djamin Ginting Kabanjahe. Batu tersebut asli dari muntahan erupsi Sinabung beberapa waktu lalu, atau bisa juga dari aliran lahar dingin Sinabung. Lokasinya bisa disesuaikan, misalnya di persimpangan depan Galon SPBU Simpang Tiga. ”Sehingga nantinya lokasi taman tersebut bisa menjadi ikon baru atau spot foto yang menarik bagi wisatawan, namun harus ditata, dengan bunga-bungaan dan lampu sorot malam hari,” ungkap Justianus Purba.

Masih banyak potensi wisata kita yang bisa digali dan dikemas profesional oleh dinas terkait, namun sayang sekali, hal itu tidak dilakukan selama ini. “Pemikiran dan gagasan kaum milenial tidak mampu diterjemahkan oleh Dinas Pariwisata,” terang Justianus Purba dan Theopilus Sinulaki.

Siapa yang tak kenal Gunung Merapi? Gunung yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta itu bisa jadi merupakan gunung yang paling terkenal di Indonesia. Ini bukan soal pemandangannya ciamik atau treknya yang asyik, namun lebih karena statusnya kini berubah menjadi objek wisata yang mendatangkan uang bagi masyarakat dan pemerintahnya,” kata Robert Tarigan.

Belajar dari warga Bromo yang mampu mendapatkan penghasilan dari mengantarkan tamu-tamu menyusuri kawasan Pasir Berbisik, warga Kaliurang pun menawarkan paket wisata menyusuri lautan pasir dan bebatuan sisa erupsi. Sungguh luar biasa. “Mungkin hal yang sama bisa dilakukan warga lingkar Sinabung, khususnya di Medan yang sering dilintasi jalur laharan Gunung Sinabung, namun tentunya di lokasi-lokasi yang berada di luar zona merah, atau di route posisi aman dengan spot foto yang menakjubkan, pasti banyak diminati wisatawan,” ungkap Robert Tarigan.

Wisatawan yang mengikuti Lava Tour Merapi diajak menyusuri kaki Merapi menggunakan Jeep Willys buatan Amerika. Selain willys, ada juga kendaraan adventure lainnya yang tak kalah gagah. Semuanya laris manis, demikian juga pedagang-pedagang kecil semuanya kecipratan rezeki.

Gunung Api Sinabung, sambung Robert Tarigan, juga tak kalah terkenal dengan Merapi. Hal yang sama bisa dilakukan dengan tajuk “Tour Lava Sinabung”. “Semua pihak dilibatkan, mulai dari masyarakat, DPRD Karo, BPBD dan Dinas Pariwisata selaku leading sektor Pemkab Karo serta instansi terkait lainnya berkolaborasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG),”pungkasnya.

(David)

Sumber: https://olnewsindonesia.com/