Berita Karo.OLNewsindonesia,Jum’at(22/02)

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH didampingi Kepala Perindag Kab . Karo Almina Bangun, SH, Kadis Pertanian Sarjana Purba, Camat Edi Ginting Manik, staf PUPR Hendra Mitcon Purba, tinjau “Pasar Rakyat” Jumat (22/02) 2019 WIB pukul 15.00 WIB di Desa Munte.

Kedatangan Bupati Karo beserta rombongan sontak disambut warga yang memakai baju lambang logo Karang Taruna Desa Munte Kec . Munte Kab . Karo , sebab warga ingin bersalaman dengan Bupati sekaligus mengucapkan terimakasih atas kepedulian Kementrian Perdagangan melalui pemerintah daerah Karo telah memilih Desa Munte sebagai salah satu dibangun prasarana pasar Rakyat yang kami impikan selama ini, ” ujar salah warga Karang Taruna

Sementara Bupati Karo Terkelin Brahmana mengapreisasi selesainya “Pasar Rakyat” Ini sebab pasar rakyat identik dengan istilah zaman dulu pasar Tradisional, seiring berkembangnya zaman modern, dan perubahan waktu akhirnya Pasar Rakyat sangat dibutuhkan. Kebutuhan tersebut sebagai sarana distribusi dan memperlancar proses penyaluran barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Pasar Rakyat juga berfungsi mempertemukan penjual dan pembeli.


Ket foto : dari kiri : Kadis Perindag Kab Karo, Bupati Karo dan Kadis Pertanian serta Camat saat meninjau lokasi Pasar Rakyat di Desa Munte Kec Munthe, Jumat (22/02) 2019

Selain itu fungsi  Pasar Rakyat juga sebagai sarana promosi hasil pertanian Desa Munte maupun sekeliling desa tersebut yang menjadi tempat memperkenalkan dan menginformasikan suatu barang atau jasa pada konsumen. Bahkan, Pasar Rakyat juga membantu masyarakat Desa Munte memperlancar penjualan hasil produksi dan memudahkan memperoleh barang atau jasa yang dibutuhkan serta membantu menyediakan segala macam barang dan jasa, ” kata Terkelin di lokasi.

Kepala Dinas Perindag Kab. Karo Almina Bangun, SH menyebutkan bahwa Pasar Rakyat ini dibangun oleh Kementrian Perdagangan RI dengan saat itu menggelontorkan dana TP (Tugas Pembangunan ) sebesar 6 Milyard,” katanya.

Dalam prakteknya dana sebesar 6 Milyrad tersebut digunakan pembangunan Pasar Rakyat di Desa Munte dengan ukuran 55 m x 23 m, dan jumlah kios terbangun sebanyak 83 kios dengan ukuran 2 m x 3 m, sedangkan jumlah balai balai sebanyak 117 , ukuran 1.5 m x 1 M, ” jelas Almina.

Menurut Almina, kios yang sudah terbangun 83 kios, sudah ada 61 orang yang berhak menempatinya, dengan alasan bahwa yang 61orang ini sebelumnya mereka berusaha ditempat yang baru selesai dibangun tersebut, dulu kita minta kerjasama dan membuahkan kesepakatan jika sudah selesai pasar rakyat dibangun, maka mereka diperbolehkan kembali berjualan/berusaha sesuai haknya.

Sedangkan sisa 22 kios lagi, yang belum ada pemiliknya maka sesuai dengan ketentuan kedepan akan kita undi, bagi yang berminat silahkan daftar dan ajukan namun tidak mengabaikan persyaratan yang disediakan nantinya, ” ungkap Almina.

Lanjutnya, untuk pengoperasian Pasar Rakyat ini dapat resmi digunakan masyarakat, setelah ada petunjuk dari Kementrian perdagangan RI. Sesuai informasi yang kita terima dari pihak Kementrian perdagangan RI rencana oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo akan meresmikan pada tanggal 12 Maret 2019 di Jakarta, tapi ini masih tentative ya, jika ada perubahan maka kita sampaikan lagi, pungkasnya.

(David)

Sumber: https://olnewsindonesia.com