Berita Karo.OLNewsindonesia,Kamis(31/01)

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH didampingi anggota DPRD Karo Mansur Ginting, kepala Bappeda Ir nasib Sianturi Msi, Kadis Perkim Chandra Tarigan,Kadis Kesehatan drg. Irna Safrina Milala , Camat Kabanjahe Frans Leo Surbakti SSTP, meghadiri acara Musrenbang tingkat Kecamatan Kabanjahe di Kelurahan Gung Negeri di kantor Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) , Kamis (31/01) 2019 pukul 10.40 WIB di Kabanjahe.

Dalam acara Musrenbang ini, Bupati Karo Terkelin Brahmana menyampaikan isu skala prioritas yang penting dan wajib para Kepling dan masyarakat, untuk memasukkan program terkait masalah kebersihan, drainase, parit dan lokasi pembuangan air.

Pesan ini saya ungkit ulang, karena ini adalah pesan Kemenkomaritim beberapa Minggu yang lalu di Balige, terkait Kabupaten sekitar Danau Toba sebagai KSPN (Kawasan Strategis Parawisata Nasional), ” ujarnya.


Ket foto : tampak Bupati Karo Terkelin Brahmana SH saat memberikan penjelasan pandangan kepada para Kepling dalam kegiatan Musrenbang di Kantor Dinas Perkim Kabanjahe Kabupaten Karo, Kamis (31/01) 2019

“Faktor inilah saya tegaskan ulang agar para peserta yang hadir utamakan agenda untuk kebersihan, sebab lingkungan kita tidak bersih akan timbul penyakit dari parit – parit akibat nyamuk bersarang didalam parit atau drainase yang sumbat dan penuh sampah, tandasnya.

Menyahuti banyaknya aspirasi dan usulan para Kepling terkait program kerja ditahun 2019 ini, yang dilontarkan kepala Kepling 1 sampai Kepling 10, semuanya akan kita catat dan kita rangkum, dalam usulan musrenbang ini, Kata Nasib Sianturi Msi kepala Bappeda Karo.

Menurut Sianturi, kita akan menargetkan ditahun 2020 connecting Drainase tuntas, artinya setiap parit satu sama yang lainnya berhubungan dan jelas pembuangannya, begitu pun saya mengharapkan para Kepling berperan aktif untuk mempersatukan masyarakat. “imbuhnya.

Hal senada yang dikatakan kepala Perkim Chandra Tarigan, kita akan segera mensurvei lokasi saluran air yang sumbat dan tergenang, diminta para kepling lakukan pendataan dan kirim ke kami, agar dapat kami tindaklanjuti, sebab ada anggaran rumah tidak layak huni di Dinas Perkim, ” terangnya.

Solusi sementara, terkait tergenangnya air di beberapa wilayah Kepling saran saya, supaya air dialirkan kepada tanah yang bersedia tanahnya menampung air, solusi kedua dibuat sumur serapan dan biopori, ” pungkasnya.

Turut hadir Lurah Gung Negeri kec. Kabanjahe, para kepala Kepling 1 sampai Kepling 10, masyarakat Lurah Gung Negeri.

(David)

Sumber: http://olnewsindonesia.com