Berita Karo.OLNewsindonesia,Rabu(30/01)

Kabupaten Karo sampai saat ini belum memiliki sekolah SLB (Sekolah Luar Biasa ) yang dibangun oleh pemerintah,mengingat pentingnya Pendidikan luar biasa yang bertujuan membantu peserta didik yang menyandang kelainan fisik dan atau agar mampu mengembangkan sikap, pengetahuan, dan ketrampilan sebagai pribadi maupun anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal-balik dengan lingkungan sosial, budaya, dan alam sekitar serta dapat mengembangkan kemampuan dalam dunia kerja atau mengikuti pendidikan lanjutan.

Apalagi pihak Provinsi Sumatera Utara bersedia menganggarkan dananya untuk membangun sekolah luar biasa ini yang satu atap melingkupi siswanya dari tingkat SD ,SMP dan SMA , dengan persyaratan Pemda Karo menyediakan tanahnya, ” ujar Marco didampingi Edi Saputra dan Elis saat berdiskusi dengan Bupati Karo, Rabu (30/01) 2019 pukul 17.00 WIB di ruang kerja Bupati Karo.

Menurut Marco, pihak Provinsi sudah setuju akan membangun, tapi kendalanya tanah harus dipersiapkan Pemda Karo,hal ini membuat kami datang untuk berdiskusi mencari solusi, mudah mudahan Pemda dapat memfasilitasinya,” sambung nya.


Ket foto : Bupati Karo Terkelin Brahmana SH berfose di sela sela kunjungan Kepala UPT Provsu dan pemerhati dunia pendidikan Karo di Ruang kantor Bupati Karo, Rabu (30/01) 2019

Menyahuti, terkait usulan tanah yang harus dipersiapkan Pemda Karo, Bupati Karo Terkelin Brahmana mengatakan, kita pada prinsipnya setuju, hanya saja kita butuh kajian dan rapat, sebab sekolah SLB yang akan dibangun ini adalah siswanya terdiri dari SD, SMP dan SMA.

Sedangkan SMA bukan dibawah Kabupaten Karo lagi, akan tetapi dibawah Provinsi Sumut, nah untuk itu dengan adanya hadir kepala UPT Provinsi maka saya mengharapkan Kabid SD dinas pendidikan Karo Parlindungan Gurusinga segera jadwalkan rapat bersama kepala UPT Provinsi dan me lib at kan pihak swasta Alpha Omega Kabanjahe, untuk adakan diskusi cari jalan keluar.

Lanjut Terkelin kembali, ” maksud saya apakah layak atau tidak dibangun, jangan nanti setelah selesai dibangun mubazir, kasihan rakyat, karena uang rakyat yang membangun, sebab siswanya tidak ada, ” kata Terkelin.

Untuk itu, dinas pendidikan data dulu berapa jumlah siswa mulai tingkat SD, SMP dan SMA, baru nanti ada alasan kita meminta asset Provinsi yang berada di Kab . Karo yang tidak dipakai, semisal di Lau Simomo , sangat luas sekali milik Provsu. ” jelasnya.

Caranya setelah rapat jika ada kesimpulan silahkan kepala UPT mengajukan ke Provsu saya selaku Pemda Karo memberikan rekomendasi sebagai tanda setuju dibangun sekolah luar biasa, ” tandasnya.

Sementara Kepala UPT Provsu Syahrial Ginting mengatakan, siap membantu dan perpanjangan tangan ke Provsu jika sudah ada kesimpulan, yang penting saya bersama Diknas Pendidikan Karo akan merapatkan dulu,” ujarnya.

Apabila ada titik terang saya bersedia menyurati pihak Provsu selaku mediator dengan melampirkan surat rekomendasi dari Pemda Karo, hanya ini yang saya bisa bantu, imbuhnya.

(David)

Sumber: http://olnewsindonesia.com